Rabu, 30 Januari 2019

SD N2 Amurang, SULUT - NABUNG SAMPAH - Environment Care

Berkunjung ke salah satu sekolah yang ada di Amurang Provinsi Sulawesi Utara kala itu, yaitu SD N2 Amurang, sekaligus berbincang-bincang dengan Ibu Steyni Tumimomor yakni salah satu Ibu Guru Wali Kelas 1A yang tinggal di perumahan guru yang ada di belakang sekolah.

SD N2 Amurang adalah salah satu sekolah yang memiliki keunikan tersendiri, tidak hanya dari penataan namun banyak barang bekas yang di manfaatkan dengan baik, di daur ulang, dan di buat semenarik mungkin kemudian digunakan di area sekolah baik di halaman, dan ruang kelas. 

Sekolah Dasar Negeri 2 (SDN 2) Amurang terus menanamkan budaya untuk peduli terhadap lingkungan terhadap para siswa dan siswinya.Tak hanya dalam bentuk pengarahan untuk membuang sampah pada tempatnya, namun juga mengajak para siswa untuk berpatisipasi dalam kegiatan 'Nabung sampah'.

Nabung sampah di Bank sampah yaitu mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan dibuat kerajinanan dengan berbagai kreatifitas yang bertujuan untuk pengelolaan sampah yang lebih baik, dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih, dan ini dimulai dari anak-anak murid sebagai relawan kecil untuk kepedulian terhadap lingkungan yang ada di SDN2 Amurang. 

Sekolah ini pun sudah pernah mendapat gelar Adiwiyata, namun bukan berarti kegiatan berbudaya lingkungan tehenti, tetap konsisten pada bank sampah yang telah di buat sebagai aksi konkrit peduli lingkungan serta memberi nilai-nilai positif bagi anak-anak murid.

Guru-guru mengajarkan anak-anak murid agar mampu memanfaatkan barang bekas yang masih dapat digunakan, untuk sesuatu yang lebih bermanfaat yakni dengan menabung sampah. 

Proses belajar mengajar pun di buat menarik, agar tidak membuat murid bosan, yakni tidak selalu di lakukan di dalam kelas, tetapi diluar kelas, agar minat belajar anak lebih besar. Begitu juga penataan ruangan belajar, di hias dan di tata begitu berbeda, agar anak-anak mampu belajar dengan baik. 

Seperti yang disampaikan oleh Ibu Steyni bahwa, "ini adalah sekolah untuk anak-anak, dan anak-anak butuh belajar hal berbeda, seperti seni dan kreatifitas, agar tidak selalu materi atau membaca buku, itu membuat bosan, saat ini kita harus buat sesuatu yang menarik, jika anak-anak belajar semangat, guru-guru juga bersemangat, jadi ini bagiand ari pelajaran berharga tenatng kepdulian terhadap lingkungan, jaman sekarang banyak yang tidak sadar untuk membuang sampah pada tempatnya, apalagi memanfaatkan sampah untuk menjadi sesuatu yang bernilai". 

SD N2 Amurang, adalah sekolah yang berada tepat di pinggir jalan raya,sehingga sangat mudah di jangkau. Dengan adanya kegiatan-kegiatan kreatifitas seperti ini, diharapkan mampu mendorong minat anak-anak agar tidak hanya berfokus pada buku bacaan, namun terlibat dalam kepedulian terhadap lingkungan, dengan memanfaatkan barang bekas yang masih bisa terpakai. 

Berbagai jenis barang bekas yang sudah di daur ulang seperti Pohon Natal dari barang bekas, pajangan dinding, dispenser yang di alihfungsikan sebagai pot bunga, bunga-bunga, hiasan-hiasan, spatu bekas sebagai tempat bunga, dan masih banyak kerajinan lainnya yang di buat dari bahan bekas. 



Seperti yang di kutip dalam http://manado.tribunnews.com/2016/04/12/sdn-2-amurang-punya-bank-sampah , bahwa beberapa hasil kerajinan telah di jual dan di promosikan melalui media online, dan di simpan di galeri khusus. 

Beberapa catatan penulis, saat itu berkunjung di malam hari, sehingga tidak dapat memotret lebih banyak untuk dokumentasi. 

Melalui kegiatan ini, semoga dapat menginspirasi sekolah-sekolah lainnya, baik SD, SMP, SMA dan Perguruan tinggi maupun bagi semua masyarakat, karena ini sebagai aksi peduli terhadap lingkungan.