Jumat, 11 Oktober 2013

Kakek dan Nenek - "Menggendongmu selalu"

Di daratan china tinggal lah sepasang kekasih nenek dan kakek. Si nenek dan si kakek ini sudah lama sekali menikah. Hasil pernikahan mereka membuahkan anak-anak yang lucu. Semua anak-anaknya sudah berhasil, dan akhirnya si nenek dan kakek ini pun hanya tinggal berdua saja..

Pada suatu hari, si nenek berkata pada sang kakek

"Kek, jalan ke taman yuk, kita udah lama nih ga jalan ke taman.. mau bernostalgia tentang hari-hari kita yang dulu.."

Sang kakekpun menjawab

"Mari nek.. "

Akhirnya mereka pun jalan ke taman sore itu, bergandengan penuh canda tawa dan ceria.
Si kakek dan nenek pun akhirnya duduk di suatu bangku di tengah taman.
Si nenek dengan serunya bertukar cerita dengan si kakek tentang kisah cinta si kakek dan nenek ini dulu.. bagaimana mereka bertemu dan bagaimana mereka bisa sampai ke jenjang pernikahan.

Hari sudah mulai sore, di tengah bercerita si nenek pun "tertidur" dengan lelapnya..

Si kakek yang masih blm mengetahui bahwa si nenek "tertidur" hanya bicara

"Kita sudah tua.. maklum.. suka ketiduran sendiri.. hehe"

Si kakek pun masih dalam posisi bergandengan dengan setia duduk di samping si nenek yang sudah "tertidur lelap" ini..

Detik demi detik berlalu.. menit demi menit, tak terasa sudah hampir tengah malam menjelang.. si nenek masih "tertidur lelap"..

Sang anakpun mendatangi si kakek yang sedang berada di taman.
Anaknya mengetahui keberadaan si kakek karena si kakek sudah menuliskan pesan di atas meja..

Sang anak pun begitu terkejut melihat ibunya yang sudah meninggal..
tapi sang anak diam saja, dia tidak kuat dan sangat bingung 'bagaimana caranya aku akan memberi tahu ayah bahwa si ibu telah meninggal'

sang anak pun mendapatkan akal

"Pa.. kasihan mama kedinginan nanti, dibawa pulang aja yuk..?"

Sang ayah menjawab

"Iya.. nih.. ibumu di tengah cerita bisa-bisanya ketiduran.."

Sang anak pun menawarkan jasa untuk menggendong si nenek

"Pa.. sini mama, biar aku aja yg gendong"

tapi si kakek langsung berdiri dan bilang

"Ga usah, udah biar papa aja yang gendong.. dari dulu juga papa selalu gendong mamamu kok!"

si anak kebingungan lalu menjawab

"jangan pa.. kasihan papa.."

Si kakek bersikeras

"Ga.. papamu ini masih kuat kok! hehe"

lalu si kakekpun mulai menggendong si nenek..

Pada saat sang nenek digendong ke belakang punggung si kakek, tangan si nenek terkulai begitu tak bernyawa.. dan si kakekpun akhirnya tau bahwa si nenek sudah "tertidur" begitu lelap dan tidak akan pernah bangun lagi..

dalam perjalanannya si kakek hanya menangis.. tanpa suara..

sesampainya di mobil si anak, si kakek menurunkan si nenek dan bicara

"kamu udah tahu kan.. kenapa ga ngomong sama papa..?"

si anak hanya terdiam sedih dan merasa bersalah..

pada perjalanan pulang.. si kakek bicara pada si nenek.

"Aku selalu menggendongmu. Menggendongmu saat kamu bangun tidur. Menggendongmu saat kamu akan tidur. Menggendongmu ke keluar dari tempat tidur dan masuk lagi ke tempat tidur. Menggendongmu masuk dan keluar WC. Menggendongmu keluar dan masuk rumah. Menggendongmu ke pasar. Menggendongmu ke manapun kita akan pergi.. tapi satu yang tak pernah aku sangka.. bahwa aku juga akan menggendongmu ke peti mati."








(Just share di kutip dari sebuah blog)

Rabu, 09 Oktober 2013

Hati Kita Pun Perlu di-tune up!

Ada seorang ibu muda jengkel karena suaminya ingin dilayani seperti boss dikantor, dan tidak mau membantu pekerjaan rumah, padahal iapun harus ikut mencari nafkah untuk keluarga mereka. Sering ia mengeluh dan kesal dengan wajah marah. Lama-kelamaan ia memperhatikan, betapa jeleknya wajah orang saat marah. Dari situ didapatinya sebuah ide. 

Ia taruh beberapa cermin di setiap ruangan. Setiap ia ingin marah ia bisa melihat dengan jelas wajahnya sendiri yang jelek di cermin. Cara itu ternyata membuat ia cepat sadar, lalu berhenti marah. Lama kelamaan suaminya merasa aneh dengan istrinya yang sering kali berhenti marah,… setelah beberapa minggu berlalu,… anehnya,…. suaminya mulai ingin membantu pekerjaan-pekerjaan rumah. Wowww dahsyat,….!!!

Dengan bercermin, orang bisa menyadari kesalahannya. Dalam hidup rohani, bercermin artinya mengkoreksi diri, memeriksa diri. Introspeksi. Menyelidiki apakah hati kita masih lurus di hadapan Tuhan atau mulai terpikat pada jalan yang berdosa. Dalam kitab Ratapan 3, Yeremia menyatakan perlunya memeriksa diri. Perhatikan ungkapan yang ia pakai. Menurutnya, seorang muda yang enerjik pun harus belajar “me-nanti dengan diam” , “duduk sendirian dan berdiam diri” , “merebahkan diri dengan muka dalam debu” , bahkan siap menanggung hukuman (Rat 3 : 32,33). Semuanya menyatakan sikap merendahkan hati. Rela dikoreksi dan berpaling kepada Tuhan jika sudah sesat.

Kesibukan dan rutinitas kerja bisa membuat kita jarang memeriksa diri. Padahal setiap hari kita berbicara, juga membuat rencana dan keputusan. Kapan terakhir kita merenungkan: apakah perkataan saya menyakiti orang? Apakah rencana saya seturut dengan kehendak Tuhan? Apakah keputusan saya bijak dan benar? Sama seperti mobil perlu diperiksa (tune up) secara berkala agar kon-disinya tetap prima, hati kita pun perlu di-tune up!

JANGAN MENUNTUT ORANG LAIN BERUBAH, MULAILAH MENGKOREKSI DIRI, DAN MULAI MERUBAH DIRI KITA TERLEBIH DAHULU.



Rabu, 02 Oktober 2013

Happy

Bersyukur atas semua yang TUHAN ijinkan kita nikmati.
Bukti Kasih Tuhan..
Kadang Tuhan mengijinkan kita berada pada ujian yang memproses kita..
Tetapi setelah ujian itu, Tuhan membuktikan bahwa dia tidak pernah meninggalkan kita..
Dan Dia tau waktu yang Tepat.. :)
Impossible is nothing in GOD
Powered by Telkomsel BlackBerry®