Rabu, 30 Januari 2013
PAPEDA - Lunch today
PAPEDA adalah salah satu makanan khas dari Papua.
Makanan yang berbahan dasar sagu kemudian di makan bersama dengan yang berkuah seperti : Ikan Kuah Kuning atau sayur santan. dan di tambah dengan sambal pedas. rasanya akan sangat nikmat dan bercampur. itulah nikmatnya PAPEDA.
Berada di Papua sangat belum lengkap jika kita tidak menikmati makanan ini, eehhmmm,, apalagi jika di makan saat cuaca dingin atau saat hujan.. sangat terasa nikmatnya.
PAPEDA bisa kita temukan di RM tertentu yang memang menjual PAPEDA atau lebih enak lagi kalau di masak sendiri... hehe maksudnya biar bisa makan sepuasnya ( nggak perlu bayar double porsi) :-)
yaaaa,,, ok sekian info Papeda.. selamat mencoba..
-̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸♥̸̸̨ τ̲̣̣̥ĥα̇̇̇♌к̲̣̣̥ ÿo̲̣̥и̲̮̣̥̅̊ ̸♥̸̨•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶̶. Dear God untuk makan siang hari ini..
Selamat Makan @YHI-Papua office
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Selasa, 29 Januari 2013
"Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri"
Shalom......
Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.
Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah
untuk dirinya.
Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan
bahan-bahan sekedarnya.
Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.
Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. "Ini adalah rumahmu," katanya, "hadiah dari kami."
Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.
Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.
Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu.
Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya
hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan.
Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi.
Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan. "Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri"......GBU all.
Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.
Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah
untuk dirinya.
Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan
bahan-bahan sekedarnya.
Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.
Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. "Ini adalah rumahmu," katanya, "hadiah dari kami."
Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.
Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.
Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu.
Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya
hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan.
Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi.
Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan. "Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri"......GBU all.
Just share...........Di kutip dari sebuah cerita rohani..........Love u all
Shalom......
Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.
Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah
untuk dirinya.
Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan
bahan-bahan sekedarnya.
Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.
Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. "Ini adalah rumahmu," katanya, "hadiah dari kami."
Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.
Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.
Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu.
Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya
hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan.
Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi.
Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan. "Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri"......GBU all.
Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.
Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah
untuk dirinya.
Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan
bahan-bahan sekedarnya.
Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.
Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. "Ini adalah rumahmu," katanya, "hadiah dari kami."
Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.
Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.
Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu.
Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya
hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan.
Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi.
Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan. "Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri"......GBU all.
Just share...........Di kutip dari sebuah cerita rohani..........Love u all
Jumat, 25 Januari 2013
S E T I A
Hari Ganti Hari
Malam Kan Menjelang
Kasih Adalah Memberi
Meski Tak Diberi
Walaupun Mulutmu Selalu Mengatakan
Setia Padaku
Pagi Ganti Hari
Malam Kan Menjelang
Setia Sebuah Penantian
Meski Tak Kujelang
Walaupun Mulutmu Selalu Mengatakan Kau Kan Setia Padaku
Ku Tunggu…,
Kasih
Tak Akan Ku Meninggalkanmu
Walau “Sedetikpun” Berarti Bagiku
Tiada Kata Berpisah Di Hatiku
Meski Kau Pergi Jauh Dari Diriku
Ku Kan Menunggu Mu..
Thanks LORD.... Love u all
Malam Kan Menjelang
Kasih Adalah Memberi
Meski Tak Diberi
Walaupun Mulutmu Selalu Mengatakan
Setia Padaku
Pagi Ganti Hari
Malam Kan Menjelang
Setia Sebuah Penantian
Meski Tak Kujelang
Walaupun Mulutmu Selalu Mengatakan Kau Kan Setia Padaku
Ku Tunggu…,
Kasih
Tak Akan Ku Meninggalkanmu
Walau “Sedetikpun” Berarti Bagiku
Tiada Kata Berpisah Di Hatiku
Meski Kau Pergi Jauh Dari Diriku
Ku Kan Menunggu Mu..
Thanks LORD.... Love u all
Minggu, 20 Januari 2013
Iman,Cinta dan Harapan
Kepedihan, kemalangan, penderitaan, dan kehilangan bisa terjadi
dengan banyak cara. Hal itu bisa terjadi ketika hubungan berakhir,
anak-anak meninggalkan rumah, keluarga berpisah, dan tentu saja ketika
orang kesayangan meninggal. Namun, harapan bisa selalu muncul dan
menyembuhkan dukacita perorangan. Kisah Paloma memberikan “titik
sambung” bagi awal mukjizat penyembuhan.
Ada buku yang dimaksudkan untuk dibaca sebagai hiburan dan ada buku yang dimaksudkan untuk membuka hati kita agar sang “benda bersayap” bisa masuk dan menanamkan harapan. Paloma adalah buku semacam itu. Ini buku dengan sebuah misi, bukan sekadar sebuah tema. Misinya adalah memberikan harapan kepada orang-orang yang pengalaman hidupnya membutuhkan kekuatan harapan dan keteguhan iman.
Kepedihan, kemalangan, penderitaan, dan kehilangan bisa terjadi dengan banyak cara. Hal itu bisa terjadi ketika hubungan berakhir, anak-anak meninggalkan rumah, keluarga berpisah, dan tentu saja ketika orang kesayangan meninggal. Namun, harapan bisa selalu muncul dan menyembuhkan dukacita perorangan. Kisah Paloma memberikan “titik sambung” bagi awal mukjizat penyembuhan.
Saat membaca karya nonfiksi ini, kita langsung bersentuhan dengan keuniversalan konsep yang telah diabadikan sang penulis. Ia tidak hanya menuturkan kisah tentang misi seorang gadis kecil dalam kehidupan, melainkan juga kisah setiap orang yang punya tugas bertanya serta menjawab pertanyaan tak terjawab mengenai alasan terjadinya berbagai hal.
Meski begitu, Paloma lain. Karena buku ini menjawab pertanyaan tak terjawab itu dengan satu-satunya cara yang bisa diterima—iman. Iman dalam kitab suci didefinisikan sebagai inti dari hal-hal yang diharapkan, bukti dari hal-hal yang tidak terlihat. Harapan hidup di masa depan. Hal itu adalah keyakinan bahwa keadaan lama-lama akan membaik. Di masa-masa kepedihan, kemalangan, penderitaan, dan kehilangan, hanya harapanlah yang membuat banyak orang terhindar dari kematian spiritual dan harfiah. Paloma memperlihatkan dengan memberikan contoh cara sebuah keluarga bisa bangkit dari tumpukan debu seperti mitos burung Phoenix untuk dilahirkan kembali.
Sumber : Buku Seri Napoleon Hill Foundation Paloma : Sebuah Kisah Nyata tentang Iman, Cinta, dan Harapan
ISBN : 9789792244830
Penulis : Rich Winograd
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : April 2009
Tebal : 223 halaman
Kategori : Pengembangan Diri
Ada buku yang dimaksudkan untuk dibaca sebagai hiburan dan ada buku yang dimaksudkan untuk membuka hati kita agar sang “benda bersayap” bisa masuk dan menanamkan harapan. Paloma adalah buku semacam itu. Ini buku dengan sebuah misi, bukan sekadar sebuah tema. Misinya adalah memberikan harapan kepada orang-orang yang pengalaman hidupnya membutuhkan kekuatan harapan dan keteguhan iman.
Kepedihan, kemalangan, penderitaan, dan kehilangan bisa terjadi dengan banyak cara. Hal itu bisa terjadi ketika hubungan berakhir, anak-anak meninggalkan rumah, keluarga berpisah, dan tentu saja ketika orang kesayangan meninggal. Namun, harapan bisa selalu muncul dan menyembuhkan dukacita perorangan. Kisah Paloma memberikan “titik sambung” bagi awal mukjizat penyembuhan.
Saat membaca karya nonfiksi ini, kita langsung bersentuhan dengan keuniversalan konsep yang telah diabadikan sang penulis. Ia tidak hanya menuturkan kisah tentang misi seorang gadis kecil dalam kehidupan, melainkan juga kisah setiap orang yang punya tugas bertanya serta menjawab pertanyaan tak terjawab mengenai alasan terjadinya berbagai hal.
Meski begitu, Paloma lain. Karena buku ini menjawab pertanyaan tak terjawab itu dengan satu-satunya cara yang bisa diterima—iman. Iman dalam kitab suci didefinisikan sebagai inti dari hal-hal yang diharapkan, bukti dari hal-hal yang tidak terlihat. Harapan hidup di masa depan. Hal itu adalah keyakinan bahwa keadaan lama-lama akan membaik. Di masa-masa kepedihan, kemalangan, penderitaan, dan kehilangan, hanya harapanlah yang membuat banyak orang terhindar dari kematian spiritual dan harfiah. Paloma memperlihatkan dengan memberikan contoh cara sebuah keluarga bisa bangkit dari tumpukan debu seperti mitos burung Phoenix untuk dilahirkan kembali.
Sumber : Buku Seri Napoleon Hill Foundation Paloma : Sebuah Kisah Nyata tentang Iman, Cinta, dan Harapan
Penulis : Rich Winograd
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : April 2009
Tebal : 223 halaman
Kategori : Pengembangan Diri
Rabu, 16 Januari 2013
my short hair
Bersiap menuju kantor dengan pakaian yang rapi, tas kerja, dan sudah pasti tidak lupa menmakai spatu...haha
walaupun pagi ini kembali aku harus mengawali aktifitas dengan hujan tetapi itu tidak masalah buatku, karena Hari ini dengan penuh percaya diri dan dengan senyum yang tak henti-hentinya terpancar dari wajahku, seolah hari ini aku merasakan kebebasan .. yaa,, karena aku berhasil mewujudkan mimpiku untuk kembali dengan rambut yang super-duper pendek tadi malam dengan bantuan Dias salon .. hehe
sedih..?? sudah pasti, ya bukan karena aku tidak ingin berambut pendek tetapi karena aku harus mengucapkan by,by my long hair.. hoho,
Saat aku sedang merapihkan rambutku tadi pagi, aku seolah kembali ke kurang lebih 4 tahun yang lalu saat aku memotong rambutku seperti ini, bahkan mungkin lebih pendek dari ini.. oh,,its verry,verry nice moment..
Tapi ternyata sampai tadi pagi pun saya seolah masih belum menyadarinya, haha
bangun pagi saya tiba-tiba langsung mencari pita rambut dan sisir.. haha
setelah berada di depan kaca, baru aku benar-benar sadar, kalau rambutku terlalu pendek untuk menggunakan pita dan sisir.. hehe
and.................. :
Tetangga kecilku bilang .. "wah,tante swita kok beda ya rambutnya..??
Mba sayur bilang.."ya ampun mba swita rambutnya pendek sekali tuh..??
Tukang Ojek bilang .."lho mba, kok rambutnya udah di potong..??
Ibu Kios bilang.."nah, lho mba swita kayak anak ABG ..??
Ibu Depan rumah bilang.."ih kayaknya tante swita rambut pendek lebih keliatan cantik..??
and my husband say.."Oh My GOD Mami, kok bisa ..??
"Aku hanya menanggapinya dengan tersenyum, :-)
yeah,, i'm happy with my short hair ;-) thanks Dear Lord for all in my life..
love u all
walaupun pagi ini kembali aku harus mengawali aktifitas dengan hujan tetapi itu tidak masalah buatku, karena Hari ini dengan penuh percaya diri dan dengan senyum yang tak henti-hentinya terpancar dari wajahku, seolah hari ini aku merasakan kebebasan .. yaa,, karena aku berhasil mewujudkan mimpiku untuk kembali dengan rambut yang super-duper pendek tadi malam dengan bantuan Dias salon .. hehe
sedih..?? sudah pasti, ya bukan karena aku tidak ingin berambut pendek tetapi karena aku harus mengucapkan by,by my long hair.. hoho,
Saat aku sedang merapihkan rambutku tadi pagi, aku seolah kembali ke kurang lebih 4 tahun yang lalu saat aku memotong rambutku seperti ini, bahkan mungkin lebih pendek dari ini.. oh,,its verry,verry nice moment..
Tapi ternyata sampai tadi pagi pun saya seolah masih belum menyadarinya, haha
bangun pagi saya tiba-tiba langsung mencari pita rambut dan sisir.. haha
setelah berada di depan kaca, baru aku benar-benar sadar, kalau rambutku terlalu pendek untuk menggunakan pita dan sisir.. hehe
and.................. :
Tetangga kecilku bilang .. "wah,tante swita kok beda ya rambutnya..??
Mba sayur bilang.."ya ampun mba swita rambutnya pendek sekali tuh..??
Tukang Ojek bilang .."lho mba, kok rambutnya udah di potong..??
Ibu Kios bilang.."nah, lho mba swita kayak anak ABG ..??
Ibu Depan rumah bilang.."ih kayaknya tante swita rambut pendek lebih keliatan cantik..??
and my husband say.."Oh My GOD Mami, kok bisa ..??
"Aku hanya menanggapinya dengan tersenyum, :-)
yeah,, i'm happy with my short hair ;-) thanks Dear Lord for all in my life..
love u all
Langganan:
Postingan (Atom)

