Rabu, 10 Oktober 2018

International Day Of The Girl


Perkawinan anak menjadi salah satu persoalan yang menghambat anak perempuan mencapai
potensi tertingginya. Berdasarkan data tahun 2016, di Indonesia secara umum, tercatat ada 1
dari 9 anak perempuan menikah di bawah usia 18 tahun. Perkawinan anak berdampak pada
partisipasi pendidikan yang rendah dimana dengan menikah di bawah 18 tahun berarti mereka
tidak menyelesaikan pendidikan tingkat SMA. Selain itu pernikahan usia anak membuat anak
perempuan semakin rentan terhadap kekerasan rumah tangga dan mempengaruhi kesehatan
mereka selama kehamilan dan proses melahirkan.
Untuk itu, dalam rangka memperingati hari anak perempuan internasional yang
diperingati setiap tanggal 11 Oktober, USAID Bersama akan melakukan kampanye melalui media
sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang fenomena perkawinan
anak dan upaya pencegahannya, mendorong anak-anak perempuan untuk berani bermimpi besar meraih cita-cita sebelum memutuskan untuk menikah.

Melalui kampanye ini diharapkan
pesan-pesan salah satu bentuk kekerasan berbasis gender yaitu perkawinan anak dapat dicegah
dan meningkatkan kesadaran kritis masyarakat dan terutama anak-anak muda Papua sebagai
generasi penerus di masa mendatang.

Melalui sosial media, mari kita kampanyekan #stopperkawinanank #endGBV

Teman2 boleh membuat versi teman2, atau bahasa teman2, dan jangan lupa hashtag #stopperkawinananak #endGBV

Ajaklah teman2 sebanyak mungkin, dan yang menggunakan IG bisa follow dan tag Ulin Epa @UlinEpa .

Mari kita menjadi bagian dari Perubahan...👍🏼🙏
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar